semoga bermanfaat bagi teman2 dengan doa ini

semoga bermanfaat bagi teman2 dengan doa ini
ini lah doa bagi umat islam kahir tahun dan awal tagun

Selasa, 17 September 2013

STUDI TENTANG MANAJEMEN KURIKULUM PAI DI SMP 3 TANJONGAN KECAMATAN SAMALANGA (akhy faisal)

STUDI TENTANG MANAJEMEN KURIKULUM PAI DI SMP 3 TANJONGAN KECAMATAN SAMALANGA
Metode Penelitian Pendidikan
Disusun oleh :
Faisal S. Sos,I                                              
091500120
Pendidikan Agama Islam
Fakultasdakwah Dan Keguruan
Universitas Islam Stai Al-Aziziyah Samalanga
2013

A. Latar Belakang masalah
                        Pendidikan merupakan segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman pelajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Di bawah pengaruh orang dewasa agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan, tugas-tugas sosialnya dalam bermasyarakat.[1] Maka terjadilah proses perubahan tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada.
            Dengan demikian terlihat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama orang dewasa. Oleh karena itu setiap orang dewasa terutama dewasa yang berprofesi sebagai pendidik maupun bergerak di bidang pendidikan dalam arti luas kiranya perlu memahami situasi umum pendidikan dewasa ini, menetapkan apa yang mereka harapkan di masa depan.
            Dalam proses globalisasi yang sedang dan akan dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia semakin lama semakin intens, maka pertanyaan segera muncul, bagaimanakah mengelola sistem pendidikan nasional agar dapat sejalan dengan dinamika yang sedang dan akan terjadi.[2] Salah satu tantangan besar lembaga-lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam adalah bagaimana cara mengoptimalkan semua sumber daya yang dimilikinya.[3]
Seiring perkembangan tatanan masyarakat yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, tuntutan adanya teknologi yang sesuai dengan zaman menjadi relevan.[4] Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis, sehingga terbuka untuk murid pada saat dan tempat tertentu.
Dalam hal ini guru menempuh kedudukan sentral, sebab perananya sangat menentukan. Ia harus bisa menerjemahkan dan menyebarkan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum, kemudian mentransformasikan nilai-nilai tersebut kepada siswa melalui proses pengajaran di sekolah. Guru tidak membuat atau menyusun kurikulum, tetapi ia menggunakan kurikulum, menjabarkan serta melaksanakannya melalui suatu proses pengajaran. Kurikulum diperuntukan bagi siswa, melalui guru secara nyata memberi pengaruh pada siswa pada saat terjadinya proses pengajaran.[5]
            Menunjuk pada fungsi kurikulum pada proses pendidikan yang menyatakan sebagai alat untuk mencapai pendidikan, maka komponen-komponen yang saling mendukung satu sama lainya. Salah satu komponen kurikulum adalah komponen content atau isi. Komponen isi struktur program atau materi yang diprogramkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan isi atau materi yang dimaksud biasanya berupa materi bidang-bidang studi.[6] Salah satu bidang tersebut adalah Pendidikan Agama Islam.
            Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu studi di sekolah umum mempunyai peranan yang sangat strategis dan signifikan dalam pembentukan moral, akhlak dan didik yang sekarang ini berada pada titik terendah dalam perkembangan masyarakat Indonesia. Kegagalan Pendidikan Agama Islam untuk membuat dan menciptakan peserta didik dan berkarakter atau berkepribadian Islam tidak di kelas, yakni kelemahan guru agama Islam dengan mengemas dan mendesain serta membawakan mata pelajaran ini kepada peserta didik. Ditambah lagi disebabkan ketiadaan penguasaan manajemen modern bagi guru agama pendidik agama Islam dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah, sehingga sampai saat ini sulit di kontrol dan dievaluasi keberhasilan dan kegagalanya. Padahal quality control itu seharusnya menjadi pegangan dalam melaksankan proses Pendidikan Agama Islam, sejak ditingkat input kemudian di proses sampai pada outputnya.[7]
            Realisasi dari pelaksanaan kurikulum yang tepat akan berakibat terhadap anggapan kurang pentingnya pendidikan agama oleh siswa, sehingga pengetahuan agama siswa sangat dangkal dan berdampak tidak keberhasilan pendidikan agama. Disamping itu, penyebab lain dari ketidakberhasilan pendidikan agama adalah faktor intern siswa itu sendiri. Siswa yang berada di tengah-tengah masyarakat perkotaan yang lebih beranggapan pendidikan agama di nomor duakan dan anggapan secara umum pendidikan agama, adapun pasti dapat nilai enam
            Keterkaitan antara pelaksanaan kurikulum dan anggapan negatif masyarakat terhadap pendidikan agama, tentu membutuhkan jalan keluar atau solusi. Yaitu lembaga pendidikan harus mampu dan mengubah siswa menuju kesadaran dan pemahaman agama sebagai suatu hal yang penting sebagai kepribadian yang utuh.[8]
            Oleh karena itu suatu lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam harus pandai-pandai memanaj kurikulum, khususnya kurikulum Pendidikan Agama Islam. Yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian terhadap hasil yang telah di capai, sehingga dapat di formalisasikan dan tercermin dalam perilaku peserta didik.[9]
            Salah satu dari sekian Sekolah Dasar di Kabupaten samalanga yang masih eksis di anggap berhasil dalam manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah SDN 3 yang berada di Jalan Mindahan Tanjongan No.36. SMP 3 Mindahan dipandang sebagai SMP favorit yang cukup berprestasi di Kabupaten Jepara. Selain itu Sekolah Dasar ini telah berhasil memanejemen kurikulum Pendidikan Agama Islam di tengah-tengah arus sentralisasi dan otonomi pendidikan yang sedang digulirkan oleh pemerintah dewasa ini. Sehingga bisa mengeliminir keprihatinan- keprihatinan dalam masyarakat dan menjawab tantangan zaman.
Setelah melihat beberapa pokok pikiran di atas, penulis tertarik untuk mengetahui tentang bagaimana manajemen kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Mindahan Batealit Jepara dalam penelitian skripsi berjudul “Studi Tentang Manajemenkurikulum Pai Di Sdn 3 Tanjongan Kecamatan Samalanga”


B.     Rumusan Masalah
Agar penelitian ini dapat terarah dan mencapai tujuan sebagimana yang diharapkan, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Bagaimana manajemen kurikulum PAI di Smp Negeri 3 tanjungan
2.      Bagaimana problematika pelaksanaan manajemen kurikulum PAI di Smp Negeridan upaya pemecahannya ?
C.    Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan yang diangkat, maka tujuannnya yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.    Untuk mengetahui manajemen kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Tanjungan
2.    Untuk mengetahui problematika pelaksanaan manajemen kurikulum PAI di di Smp Negeri 3 Tanjungan Di Smp Negeri 3 Tanjungan dan upaya pemecahannya.
            Manfaat yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.      Bagi sekolah yang menjadi fokus penelitian, hasil studi ini di harapkan bermanfaat sebagai bahan dokumentasi historis dan bahan pertimbangan untuk mengambil langkah-langkah guna meningkatkan kualitas manajemen kurikulum PAI.
2.      Bagi kalangan akademis, khususnya yang berada dalam dunia pendidikan Islam, hasil studi ini di harapkan bermanfaat sebagai tambahan informasi untuk sama-sama memikirkan masa depan pendidikan Islam pada umumnya.
3.      Bagi penulis sendiri, dapat memberikan kontribusi pada khasanah pendidikan Islam.

D.    Kajian Pustaka
            Kajian pustaka adalah sebagai bahan perbandingan terhadap penelitian yang ada baik mengenai kekurangan atau kelebihan yang sebenarnya. Kajian pustaka mempunyai andil besar dalam rangka mendapatkan suatu informasi yang cukup tentang teori-teori yang ada kaitannya dengan judul yang digunakan untuk memperoleh teori ilmiah. Pada hakikatnya penelitian tentang manajemen kurikulum PAI telah banyak dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Peneliti mencoba menyampaikan beberapa kajian pustaka untuk dijadikan sebagai perbandingan dan acuan dalam skripsi ini, diantaranya:
1.      Skripsi berjudul Paradigma Menyusun Kurikulum Pendidikan Agama Islam Integratif Berdasarkan Etika Al-Qur'an, ditulis oleh Nisrokhah (046011135), Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Wahid Hasyim Semarang. Skripsi tersebut membahas tentang bagaimana menyusun kurikulum yang efektif dan relevan dengan berbagai kondisi dan kebutuhan fitri manusia. Kurikulum yang integratif yang mampu menyatukan potensi dan kebutuhan peserta didik dengan kurikulum itu sendiri. Dan menelaah serta menganalisis kembali Al-Qur'an sebagai sumber Islam yang kaya akan nuansa pemikiran atau paradigma yang bisa menjadi rujukan etika Al-Qur'an tentang manusia, tujuan hidup, hubungan manusia dalam kehidupan dan etika Al-Qur'an tentang ilmu. Dari sini peneliti menganggap bahwa manajemen kurikulum PAI belum diteliti dalam skripsi ini, sehingga memungkinkan untuk diteliti.
2.      Skripsi yang berjudul Studi Tentang Pengembangan Kurikulum  PAI Muatan Lokal di Madrasah Aliyah Al-Khoiriyyah Semarang, yang disusun oleh Alhidayah (3101077), Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Universitas Wahid Hasyim Semarang, yang membahas tentang kurikulum PAI melalui celah muatan lokal, sehingga diharapkan siswa dapat lebih memahami dan menghayati ajaran agama Islam serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah ataupun dalam masyarakat. Dalam hal kurikulum muatan lokal adalah niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru di sekolah. Skripsi ini hanya meneliti kurikulum lokalnya, juga belum membahas mutu madrasah, sehingga memungkinkan untuk diteliti.
3.      Dalam skripsi yang peneliti teliti ini merupakan suatu rangkaian dari keseluruhan manajemen yang ada di sebuah lembaga pendidikan (madrasah). Manajemen-manajemen yang ada di lembaga pendidikan adalah sebagai suatu bentuk dari upaya peningkatan mutu. Dan yang peneliti teliti dan bahas dalam skripsi ini yaitu tentang manajemen kurikulum PAI. Sebagai salah satu manajemen yang mempunyai andil dalam meningkatkan mutu madrasah selain dari manajemen lain yang telah diteliti sebelumya.

E.     Landasan Teori
1.      Studi
            Studi adalah usaha untuk mempelajari materi pelajaran atau ilmu pengetahuan. Kemauan yang keras pada saat belajar adalah bagian penting dari proses belajar.[10] Adapun yang dimaksudkan disini studi adalah kegiatan untuk melakukan penelitian tentang suatu hal untuk mendapatkan informasi yang akurat.
2.      Manajemen
            Manajemen merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai sasaran yang telah dirumuskan sebelumnya yang kegiatannya banyak terdapat pada organisasi perusahaan, bisnis, kesehatan dan pendidikan.[11] Dalam konteks skripsi ini manajemen diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.
3.      Kurikulum
Kurikulum merupakan segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, di dalam kelas, di halaman sekolah maupun di luarnya, ataupun segala kegiatan di bawah tanggung jawab sekolah yang mempengaruhi anak dalam pendidikannya.[12] Adapun kurikulum dimaksud disini adalah semua pengetahuan, kegiatan-kegiatan atau pengalaman-pengalaman belajar yang diatur secara sistematis metodis, yang diterima anak untuk mencapai suatu tujuan.
4.      Pendidikan Agama Islam
            Pendidikan Agama Islam adalah usaha bimbingan secara sadar kepada anak didik untuk mengantarkan menjadi insan yang berkepribadian luhur, mengerti, memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama Islam yang dianutnya sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat.[13] Sedangkan yang dimaksud penulis, Pendidikan Agama Islam adalah salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
F.     Metode Penelitian
      1.            Jenis Penelitian
            Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini memiliki karakteristik natural dan merupakan kerja lapangan yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang tersebut dalam bahasa dan peristilahannya.[14]
      2.            Subyek Penelitian
Sumber data dalam penelitian merupakan subyek dari mana data dapat diperoleh.[15] Data yang diperoleh langsung dari lapangan, maka  disebut sumber primer. Adapun sumber data ini adalah :
a.       Kepala Sekolah
b.      Wakil Kepala Sekolah bagian  kurikulum
c.       Guru Pendidikan Agama Islam
            Sedangkan sumber dari bahan bacaan disebut sumber sekunder. Adapun beberapa sumber sekunder terdiri dari notula rapat perkumpulan, dokumen-dokumen resmi dari berbagai instalasi, dan lain-lain.[16]
      3.            Metode Pengumpulan Data
Dari beberapa sumber data yang ada dalam penelitian ini maka metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :

a.       Wawancara
            Metode wawancara adalah suatu kegiatan yang di lakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada responden.[17] Adapun jenis wawancara yang tak berstruktur/bebas yaitu proses wawancara ini tidak di persiapkan daftar pertanyaan sebelumnya. Pewawancara hanya menghadapi suatu masalah yang secara umum dan boleh menanyakan segala sesutu yang diperlukan dalam  situasi wawancara itu.[18]
   Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang kegiatan guru dalam pelaksanaan kurikulum PAI dan data lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
b.      Observasi (pengamatan).
            Metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistimatis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[19] Adapun jenis metode observasi yang peneliti gunakan adalah jenis non partisipan dimana penulis tidak ambil bagian dalam perikehidupan subyek yang di observasi.[20]
      Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang kondisi fisik dan situasi lingkungan sekolah, baik fisik maupun non fisik, atau peristiwa yang dianggap penting dan relevan dengan penelitian ini.
c.       Dokumentasi.
            Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis.[21] Dengan metode dokumentasi akan diperoleh data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan lain sebagainya.
            Metode ini penulis digunakan untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan kajian yang berasal dari dokumen-dokumen SD Negeri 3 Mindahan Batealit Jepara.
      4.            Uji Keabsahan Data
            Teknik  yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain adalah teknik triangulasi, baik triangulasi sumber maupun metode. Triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal itu dapat dicapai dengan beberapa jalan, diantaranya :
a.       Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara;
b.      Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
c.       Pada triangulasi dengan metode, terdapat dua strategi yaitu:
a)      Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik
b)      pengumpulan data dan Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.[22]
            Analisis data dalam penelitian ini tidak diwujudkan dalam bentuk angka melainkan berupa laporan dan uraian deskriptif mengenai manajemen kurikulum PAI di SD Negeri 3 Mindahan Batealit Jepara.
      5.            Metode Analisis Data
            Analisis data merupakan upaya mencari dan menata data secara sistimatis. Dalam penelitian ini akan digunakan metode analisis kualitatif dengan menggunakan pola pikir induktif yakni berangkat dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang bersifat empiris kemudian temuan tersebut dipelajari dan dianalis sehingga bisa di buat suatu kesimpulan dan generalisasi yang bersifat umum.[23]
      6.            Sistematika Pembahasan
            Untuk memberikan gambaran yang menyeluruh dan memudahkan dalam memahami isi skripsi ini, maka disusun sistematika pembahasan sebagai berikut:
a.       Bab pertama merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari  latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kajian pustaka, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.
b.      Bab kedua membahas tentang kondisi Umum SMP Negeri 3 Tanjungan , yang terdiri dari : sejarah berdirinya, letak geografis, struktur organisasi, tugas dan wewenang, kondisi guru dan siswa, sarana prasarana. Manajemen Kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Tanjungan dan Problematika Pelaksanaan Manajemen Kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Tanjungan.
c.       Bab ketiga berisi tentang analisis data ini akan memaparkan tentang manajemen kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Tanjungan dan analisis tentang problematika pelaksanaan manajemen kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Tanjungan.
d.      Bab keempat merupakan bab ini berisi kesimpulan, saran dan penutup.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Hamdani, Djaswidi, Pengembangan Kepemimpinan Transformasional Pada       Lembaga Pendidikan Islam, Bandung: Nuansa Aulia, 2005.
           
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka          Cipta, 2002, Cet. XII.

Departemen Agama RI, Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam, Jakarta:
Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 2001.

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Jilid 1, Yogyakarta: Andi Offset, 2001, Cet. XXXII.

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset, 2004, Jilid 2.
Idi, Abdullah, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Yogyakarta: Gaya Media Pratama, 1999.

Kerajinan dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman, 2004, cet. III.
Kurikulum PBM, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993, Cet. V. Cet. XX..
Margono, S.,  Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Asdi Mahasatya, 2004,
Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 2004, Cet. IV.
Mulyasa, E., Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003, cet. V.
Muslam, Pengembangan Kurikulum PAI Teoritis dan Praktis, Semarang: Pusat
Nasution, S., Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, Cet. VII.
Sagala, Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2003.
Subagyo, Joko, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1991.

Sudjana, Nana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2000, cet. V.

Sufyarma, M. Kapita Selekta Manajeme Pendidikan, Alfabeta, Bandung: Delta Pamungkas, 2003.

Suparno SJ, Paul, dkk., Reformasi Pendidikan; Sebuah Rekomendasi, Yogyakarta: Kanisus, 2002.

Sutanto, Edi, dkk., Ensikopledi Nasional Indonesia, Jakarta: 1997, cet. III.
Team Didaktif Metodik Kurikulum IKIP Surbaya, Pengantar Didaktif Metodik
Tilaar, Membenahi Pendidikan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

[1] Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2003, h. 1-2.
[2] Tilaar, Membenahi Pendidikan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, h. 6.
[3] Djaswidi al-Hamdani, Pengembangan Kepemimpinan Transformasional Pada Lembaga Pendidikan Islam, Bandung: Nuansa Aulia, 2005, h. 11.
[4] Paul Suparno SJ, dkk., Reformasi Pendidikan; Sebuah Rekomendasi, Yogyakarta: Kanisus, 2002, h. 69.
[5] Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2000, cet. V, h. 10.
[6] Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Yogyakarta: Gaya Media Pratama, 1999, h. 15.
[7] Departemen Agama RI, Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 2001, h. 1.
[8] Muslam, Pengembangan Kurikulum PAI Teoritis dan Praktis, Semarang: Pusat Kerajinan dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman, 2004, cet. III, h.. 5.
[9] Departemen Agama RI, op.cit., h. 1-2. Dapat juga dilihat dalam E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003, cet. V, h. 40.
[10] Edi Sutanto, dkk., Ensikopledi Nasional Indonesia, Jakarta: 1997, cet. III, h. 266.
[11] Sufyarma M. Kapita Selekta Manajemen Pendidikan, Alfabeta, Bandung: Delta Pamungkas, 2003, h. 189.
[12] Team Didaktif Metodik Kurikulum IKIP Surbaya, Pengantar Didaktif Metodik Kurikulum PBM, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993, Cet. V, h. 103.
[13] Muslam, op.cit., h. 8.
[14] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 2004, Cet. XX, h. 4.
[15] Ibid., h, 107.
[16] S. Nasution, Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, Cet. VII, h. 143.
[17] Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1991, h. 39.
[18] S. Nasution, Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, cet. VII, h. 119.
[19] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Asdi Mahasatya, 2004, Cet. IV, h. 158.
[20] Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset, 2004, Jilid 2, h. 158.
[21] Suharsimi Arikunto, op.cit., h. 135.
[22] Lexy J. Moleong, op. cit., h. 330-331.

[23] Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid 1, Yogyakarta: Andi Offset, 2001, Cet. XXXII, h. 42.