STUDI TENTANG MANAJEMEN KURIKULUM PAI DI SMP 3 TANJONGAN KECAMATAN SAMALANGA
Disusun
oleh :
Faisal
S. Sos,I
091500120
Pendidikan
Agama Islam
Fakultasdakwah
Dan Keguruan
Universitas
Islam Stai Al-Aziziyah Samalanga
2013
A. Latar
Belakang masalah
Pendidikan merupakan
segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman
pelajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Di bawah
pengaruh orang dewasa agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran
penuh terhadap hubungan-hubungan, tugas-tugas sosialnya dalam bermasyarakat.[1]
Maka terjadilah proses perubahan tingkah laku anak didik agar menjadi manusia
dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan
alam sekitar dimana individu itu berada.
Dengan demikian terlihat bahwa
pendidikan merupakan tanggung jawab bersama orang dewasa. Oleh karena itu
setiap orang dewasa terutama dewasa yang berprofesi sebagai pendidik maupun
bergerak di bidang pendidikan dalam arti luas kiranya perlu memahami situasi
umum pendidikan dewasa ini, menetapkan apa yang mereka harapkan di masa depan.
Dalam proses globalisasi yang sedang
dan akan dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia semakin lama semakin
intens, maka pertanyaan segera muncul, bagaimanakah mengelola sistem pendidikan
nasional agar dapat sejalan dengan dinamika yang sedang dan akan terjadi.[2]
Salah satu tantangan besar lembaga-lembaga pendidikan, termasuk lembaga
pendidikan Islam adalah bagaimana cara mengoptimalkan semua sumber daya yang
dimilikinya.[3]
Seiring
perkembangan tatanan masyarakat yang ditandai oleh perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi, tuntutan adanya teknologi yang sesuai dengan zaman
menjadi relevan.[4] Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis, sehingga
terbuka untuk murid pada saat dan tempat tertentu.
Dalam
hal ini guru menempuh kedudukan sentral, sebab perananya sangat menentukan. Ia
harus bisa menerjemahkan dan menyebarkan nilai-nilai yang terdapat dalam
kurikulum, kemudian mentransformasikan nilai-nilai tersebut kepada siswa
melalui proses pengajaran di sekolah. Guru tidak membuat atau menyusun
kurikulum, tetapi ia menggunakan kurikulum, menjabarkan serta melaksanakannya
melalui suatu proses pengajaran. Kurikulum diperuntukan bagi siswa, melalui
guru secara nyata memberi pengaruh pada siswa pada saat terjadinya proses
pengajaran.[5]
Menunjuk pada fungsi kurikulum pada
proses pendidikan yang menyatakan sebagai alat untuk mencapai pendidikan, maka
komponen-komponen yang saling mendukung satu sama lainya. Salah satu komponen
kurikulum adalah komponen content atau isi. Komponen isi struktur program atau
materi yang diprogramkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan
isi atau materi yang dimaksud biasanya berupa materi bidang-bidang studi.[6]
Salah satu bidang tersebut adalah Pendidikan Agama Islam.
Pendidikan Agama Islam sebagai salah
satu studi di sekolah umum mempunyai peranan yang sangat strategis dan
signifikan dalam pembentukan moral, akhlak dan didik yang sekarang ini berada
pada titik terendah dalam perkembangan masyarakat Indonesia. Kegagalan
Pendidikan Agama Islam untuk membuat dan menciptakan peserta didik dan
berkarakter atau berkepribadian Islam tidak di kelas, yakni kelemahan guru
agama Islam dengan mengemas dan mendesain serta membawakan mata pelajaran ini
kepada peserta didik. Ditambah lagi disebabkan ketiadaan penguasaan manajemen
modern bagi guru agama pendidik agama Islam dalam pelaksanaan proses
pembelajaran di sekolah, sehingga sampai saat ini sulit di kontrol dan
dievaluasi keberhasilan dan kegagalanya. Padahal quality control itu seharusnya
menjadi pegangan dalam melaksankan proses Pendidikan Agama Islam, sejak
ditingkat input kemudian di proses sampai pada outputnya.[7]
Realisasi dari pelaksanaan
kurikulum yang tepat akan berakibat terhadap anggapan kurang pentingnya
pendidikan agama oleh siswa, sehingga pengetahuan agama siswa sangat dangkal
dan berdampak tidak keberhasilan pendidikan agama. Disamping itu, penyebab lain
dari ketidakberhasilan pendidikan agama adalah faktor intern siswa itu sendiri.
Siswa yang berada di tengah-tengah masyarakat perkotaan yang lebih beranggapan
pendidikan agama di nomor duakan dan anggapan secara umum pendidikan agama,
adapun pasti dapat nilai enam
Keterkaitan antara pelaksanaan kurikulum
dan anggapan negatif masyarakat terhadap pendidikan agama, tentu membutuhkan
jalan keluar atau solusi. Yaitu lembaga pendidikan harus mampu dan mengubah
siswa menuju kesadaran dan pemahaman agama sebagai suatu hal yang penting
sebagai kepribadian yang utuh.[8]
Oleh karena itu suatu lembaga
pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam harus pandai-pandai memanaj
kurikulum, khususnya kurikulum Pendidikan Agama Islam. Yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian terhadap hasil yang telah di
capai, sehingga dapat di formalisasikan dan tercermin dalam perilaku peserta
didik.[9]
Salah satu dari sekian Sekolah Dasar
di Kabupaten samalanga yang masih eksis di anggap berhasil dalam manajemen
kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah SDN 3 yang berada di Jalan Mindahan Tanjongan
No.36. SMP 3 Mindahan dipandang sebagai SMP favorit yang cukup berprestasi di
Kabupaten Jepara. Selain itu Sekolah Dasar ini telah berhasil memanejemen
kurikulum Pendidikan Agama Islam di tengah-tengah arus sentralisasi dan otonomi
pendidikan yang sedang digulirkan oleh pemerintah dewasa ini. Sehingga bisa
mengeliminir keprihatinan- keprihatinan dalam masyarakat dan menjawab tantangan
zaman.
Setelah melihat
beberapa pokok pikiran di atas, penulis tertarik untuk mengetahui tentang
bagaimana manajemen kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Mindahan Batealit Jepara
dalam penelitian skripsi berjudul “Studi Tentang Manajemenkurikulum Pai Di Sdn
3 Tanjongan Kecamatan Samalanga”
B. Rumusan Masalah
Agar
penelitian ini dapat terarah dan mencapai tujuan sebagimana yang diharapkan,
penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.
Bagaimana
manajemen kurikulum PAI di Smp Negeri 3 tanjungan
2.
Bagaimana
problematika pelaksanaan manajemen kurikulum PAI di Smp Negeridan upaya
pemecahannya ?
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan
pokok permasalahan yang diangkat, maka tujuannnya yang hendak dicapai dalam
penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui manajemen kurikulum PAI di
SMP Negeri 3 Tanjungan
2. Untuk mengetahui problematika pelaksanaan
manajemen kurikulum PAI di di Smp Negeri 3 Tanjungan Di Smp Negeri 3 Tanjungan dan
upaya pemecahannya.
Manfaat yang hendak dicapai dalam
penelitian ini adalah :
1.
Bagi
sekolah yang menjadi fokus penelitian, hasil studi ini di harapkan bermanfaat
sebagai bahan dokumentasi historis dan bahan pertimbangan untuk mengambil
langkah-langkah guna meningkatkan kualitas manajemen kurikulum PAI.
2.
Bagi
kalangan akademis, khususnya yang berada dalam dunia pendidikan Islam, hasil
studi ini di harapkan bermanfaat sebagai tambahan informasi untuk sama-sama
memikirkan masa depan pendidikan Islam pada umumnya.
3.
Bagi
penulis sendiri, dapat memberikan kontribusi pada khasanah pendidikan Islam.
D. Kajian Pustaka
Kajian pustaka adalah sebagai bahan
perbandingan terhadap penelitian yang ada baik mengenai kekurangan atau
kelebihan yang sebenarnya. Kajian pustaka mempunyai andil besar dalam rangka
mendapatkan suatu informasi yang cukup tentang teori-teori yang ada kaitannya
dengan judul yang digunakan untuk memperoleh teori ilmiah. Pada hakikatnya
penelitian tentang manajemen kurikulum PAI telah banyak dilakukan oleh para
peneliti sebelumnya. Peneliti mencoba menyampaikan beberapa kajian pustaka
untuk dijadikan sebagai perbandingan dan acuan dalam skripsi ini, diantaranya:
1.
Skripsi
berjudul Paradigma Menyusun Kurikulum Pendidikan Agama Islam Integratif
Berdasarkan Etika Al-Qur'an, ditulis oleh Nisrokhah (046011135), Jurusan
Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Skripsi tersebut membahas tentang bagaimana menyusun kurikulum yang efektif dan
relevan dengan berbagai kondisi dan kebutuhan fitri manusia. Kurikulum yang
integratif yang mampu menyatukan potensi dan kebutuhan peserta didik dengan
kurikulum itu sendiri. Dan menelaah serta menganalisis kembali Al-Qur'an
sebagai sumber Islam yang kaya akan nuansa pemikiran atau paradigma yang bisa
menjadi rujukan etika Al-Qur'an tentang manusia, tujuan hidup, hubungan manusia
dalam kehidupan dan etika Al-Qur'an tentang ilmu. Dari sini peneliti menganggap
bahwa manajemen kurikulum PAI belum diteliti dalam skripsi ini, sehingga
memungkinkan untuk diteliti.
2.
Skripsi
yang berjudul Studi Tentang Pengembangan Kurikulum PAI Muatan Lokal di Madrasah Aliyah
Al-Khoiriyyah Semarang, yang disusun oleh Alhidayah (3101077), Jurusan
Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Universitas Wahid Hasyim
Semarang, yang membahas tentang kurikulum PAI melalui celah muatan lokal,
sehingga diharapkan siswa dapat lebih memahami dan menghayati ajaran agama
Islam serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah
ataupun dalam masyarakat. Dalam hal kurikulum muatan lokal adalah niat dan
harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk
dilaksanakan oleh guru di sekolah. Skripsi ini hanya meneliti kurikulum
lokalnya, juga belum membahas mutu madrasah, sehingga memungkinkan untuk
diteliti.
3.
Dalam
skripsi yang peneliti teliti ini merupakan suatu rangkaian dari keseluruhan
manajemen yang ada di sebuah lembaga pendidikan (madrasah). Manajemen-manajemen
yang ada di lembaga pendidikan adalah sebagai suatu bentuk dari upaya peningkatan
mutu. Dan yang peneliti teliti dan bahas dalam skripsi ini yaitu tentang
manajemen kurikulum PAI. Sebagai salah satu manajemen yang mempunyai andil
dalam meningkatkan mutu madrasah selain dari manajemen lain yang telah diteliti
sebelumya.
E. Landasan Teori
1.
Studi
Studi adalah usaha untuk mempelajari
materi pelajaran atau ilmu pengetahuan. Kemauan yang keras pada saat belajar
adalah bagian penting dari proses belajar.[10] Adapun yang dimaksudkan disini
studi adalah kegiatan untuk melakukan penelitian tentang suatu hal untuk
mendapatkan informasi yang akurat.
2.
Manajemen
Manajemen merupakan suatu usaha yang
dilakukan untuk mencapai sasaran yang telah dirumuskan sebelumnya yang
kegiatannya banyak terdapat pada organisasi perusahaan, bisnis, kesehatan dan
pendidikan.[11] Dalam konteks skripsi ini manajemen diartikan sebagai segala
sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun
tujuan jangka panjang.
3.
Kurikulum
Kurikulum
merupakan segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, di dalam kelas,
di halaman sekolah maupun di luarnya, ataupun segala kegiatan di bawah tanggung
jawab sekolah yang mempengaruhi anak dalam pendidikannya.[12] Adapun kurikulum
dimaksud disini adalah semua pengetahuan, kegiatan-kegiatan atau
pengalaman-pengalaman belajar yang diatur secara sistematis metodis, yang
diterima anak untuk mencapai suatu tujuan.
4.
Pendidikan
Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah usaha
bimbingan secara sadar kepada anak didik untuk mengantarkan menjadi insan yang
berkepribadian luhur, mengerti, memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama
Islam yang dianutnya sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat.[13] Sedangkan
yang dimaksud penulis, Pendidikan Agama Islam adalah salah satu mata pelajaran
yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
F. Metode Penelitian
1.
Jenis
Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan
adalah dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini
memiliki karakteristik natural dan merupakan kerja lapangan yang bersifat
deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu
pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia
dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang tersebut dalam bahasa dan
peristilahannya.[14]
2.
Subyek
Penelitian
Sumber
data dalam penelitian merupakan subyek dari mana data dapat diperoleh.[15] Data
yang diperoleh langsung dari lapangan, maka
disebut sumber primer. Adapun sumber data ini adalah :
a.
Kepala
Sekolah
b.
Wakil
Kepala Sekolah bagian kurikulum
c.
Guru
Pendidikan Agama Islam
Sedangkan sumber dari bahan bacaan
disebut sumber sekunder. Adapun beberapa sumber sekunder terdiri dari notula
rapat perkumpulan, dokumen-dokumen resmi dari berbagai instalasi, dan
lain-lain.[16]
3.
Metode
Pengumpulan Data
Dari
beberapa sumber data yang ada dalam penelitian ini maka metode yang digunakan
dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
a.
Wawancara
Metode wawancara adalah suatu
kegiatan yang di lakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan
mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada responden.[17] Adapun jenis wawancara
yang tak berstruktur/bebas yaitu proses wawancara ini tidak di persiapkan
daftar pertanyaan sebelumnya. Pewawancara hanya menghadapi suatu masalah yang
secara umum dan boleh menanyakan segala sesutu yang diperlukan dalam situasi wawancara itu.[18]
Metode ini digunakan untuk memperoleh data
tentang kegiatan guru dalam pelaksanaan kurikulum PAI dan data lain yang
berhubungan dengan penelitian ini.
b.
Observasi
(pengamatan).
Metode observasi diartikan sebagai
pengamatan dan pencatatan secara sistimatis terhadap gejala yang tampak pada
objek penelitian.[19] Adapun jenis metode observasi yang peneliti gunakan
adalah jenis non partisipan dimana penulis tidak ambil bagian dalam
perikehidupan subyek yang di observasi.[20]
Metode ini digunakan untuk memperoleh
data tentang kondisi fisik dan situasi lingkungan sekolah, baik fisik maupun
non fisik, atau peristiwa yang dianggap penting dan relevan dengan penelitian
ini.
c.
Dokumentasi.
Dokumentasi berasal dari kata
dokumen yang artinya barang-barang tertulis.[21] Dengan metode dokumentasi akan
diperoleh data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip,
buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan lain
sebagainya.
Metode ini penulis digunakan untuk
mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan kajian yang berasal dari
dokumen-dokumen SD Negeri 3 Mindahan Batealit Jepara.
4.
Uji
Keabsahan Data
Teknik yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan
data yang memanfaatkan sesuatu yang lain adalah teknik triangulasi, baik
triangulasi sumber maupun metode. Triangulasi sumber berarti membandingkan dan
mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu
dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal itu dapat dicapai dengan
beberapa jalan, diantaranya :
a.
Membandingkan
data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara;
b.
Membandingkan
hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
c.
Pada
triangulasi dengan metode, terdapat dua strategi yaitu:
a)
Pengecekan
derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik
b)
pengumpulan
data dan Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang
sama.[22]
Analisis data dalam penelitian ini
tidak diwujudkan dalam bentuk angka melainkan berupa laporan dan uraian
deskriptif mengenai manajemen kurikulum PAI di SD Negeri 3 Mindahan Batealit
Jepara.
5.
Metode
Analisis Data
Analisis data merupakan upaya
mencari dan menata data secara sistimatis. Dalam penelitian ini akan digunakan
metode analisis kualitatif dengan menggunakan pola pikir induktif yakni
berangkat dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang bersifat empiris
kemudian temuan tersebut dipelajari dan dianalis sehingga bisa di buat suatu
kesimpulan dan generalisasi yang bersifat umum.[23]
6.
Sistematika
Pembahasan
Untuk
memberikan gambaran yang menyeluruh dan memudahkan dalam memahami isi skripsi
ini, maka disusun sistematika pembahasan sebagai berikut:
a.
Bab
pertama merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah,
tujuan dan manfaat penelitian, kajian pustaka, metode penelitian, dan
sistematika pembahasan.
b.
Bab
kedua membahas tentang kondisi Umum SMP Negeri 3 Tanjungan , yang terdiri dari
: sejarah berdirinya, letak geografis, struktur organisasi, tugas dan wewenang,
kondisi guru dan siswa, sarana prasarana. Manajemen Kurikulum PAI di SMP Negeri
3 Tanjungan dan Problematika Pelaksanaan Manajemen Kurikulum PAI di SMP Negeri
3 Tanjungan.
c.
Bab
ketiga berisi tentang analisis data ini akan memaparkan tentang manajemen
kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Tanjungan dan analisis tentang problematika
pelaksanaan manajemen kurikulum PAI di SMP Negeri 3 Tanjungan.
d.
Bab
keempat merupakan bab ini berisi kesimpulan, saran dan penutup.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Hamdani,
Djaswidi, Pengembangan Kepemimpinan Transformasional Pada Lembaga Pendidikan Islam, Bandung: Nuansa
Aulia, 2005.
Arikunto,
Suharsimi, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, Cet. XII.
Departemen
Agama RI, Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam, Jakarta:
Direktorat
Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 2001.
Hadi, Sutrisno,
Metodologi Research, Jilid 1, Yogyakarta: Andi Offset, 2001, Cet. XXXII.
Hadi, Sutrisno,
Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset, 2004, Jilid 2.
Idi, Abdullah,
Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Yogyakarta: Gaya Media Pratama, 1999.
Kerajinan
dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman, 2004, cet. III.
Kurikulum
PBM, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993, Cet. V. Cet. XX..
Margono,
S., Metodologi Penelitian Pendidikan,
Jakarta: Asdi Mahasatya, 2004,
Moleong,
Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 2004, Cet. IV.
Mulyasa,
E., Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003, cet. V.
Muslam,
Pengembangan Kurikulum PAI Teoritis dan Praktis, Semarang: Pusat
Nasution,
S., Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, Cet. VII.
Sagala,
Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2003.
Subagyo, Joko,
Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1991.
Sudjana, Nana,
Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2000, cet.
V.
Sufyarma, M.
Kapita Selekta Manajeme Pendidikan, Alfabeta, Bandung: Delta Pamungkas, 2003.
Suparno SJ,
Paul, dkk., Reformasi Pendidikan; Sebuah Rekomendasi, Yogyakarta: Kanisus,
2002.
Sutanto,
Edi, dkk., Ensikopledi Nasional Indonesia, Jakarta: 1997, cet. III.
Team Didaktif
Metodik Kurikulum IKIP Surbaya, Pengantar Didaktif Metodik
Tilaar,
Membenahi Pendidikan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
[1]
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2003, h. 1-2.
[2]
Tilaar, Membenahi Pendidikan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, h. 6.
[3]
Djaswidi al-Hamdani, Pengembangan Kepemimpinan Transformasional Pada Lembaga
Pendidikan Islam, Bandung: Nuansa Aulia, 2005, h. 11.
[4]
Paul Suparno SJ, dkk., Reformasi Pendidikan; Sebuah Rekomendasi, Yogyakarta:
Kanisus, 2002, h. 69.
[5]
Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru
Algesindo, 2000, cet. V, h. 10.
[6]
Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Yogyakarta: Gaya Media
Pratama, 1999, h. 15.
[7]
Departemen Agama RI, Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Direktorat
Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 2001, h. 1.
[8]
Muslam, Pengembangan Kurikulum PAI Teoritis dan Praktis, Semarang: Pusat
Kerajinan dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman, 2004, cet. III, h.. 5.
[9]
Departemen Agama RI, op.cit., h. 1-2. Dapat juga dilihat dalam E. Mulyasa,
Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003, cet. V, h. 40.
[10]
Edi Sutanto, dkk., Ensikopledi Nasional Indonesia, Jakarta: 1997, cet. III, h.
266.
[11]
Sufyarma M. Kapita Selekta Manajemen Pendidikan, Alfabeta, Bandung: Delta
Pamungkas, 2003, h. 189.
[12]
Team Didaktif Metodik Kurikulum IKIP Surbaya, Pengantar Didaktif Metodik
Kurikulum PBM, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993, Cet. V, h. 103.
[13]
Muslam, op.cit., h. 8.
[14]
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 2004,
Cet. XX, h. 4.
[15]
Ibid., h, 107.
[16]
S. Nasution, Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, Cet. VII, h. 143.
[17]
Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta,
1991, h. 39.
[18]
S. Nasution, Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, cet. VII, h. 119.
[19]
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Asdi Mahasatya, 2004,
Cet. IV, h. 158.
[20]
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset, 2004, Jilid 2, h.
158.
[21]
Suharsimi Arikunto, op.cit., h. 135.
[22]
Lexy J. Moleong, op. cit., h. 330-331.
[23]
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid 1, Yogyakarta: Andi Offset, 2001,
Cet. XXXII, h. 42.

alhamdulillah
BalasHapusterikalsh atas bantuan@
BalasHapus@
BalasHapus